Minggu, 25 Desember 2011

PENDEKATAN STUDI ISLAM

Pendekatan Dalam Studi Islam
1. Pendekatan Normatif, adalah sebuah pendekatan yang lebih menekankan aspek normatif dalam ajaran Islam sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an maupun al-Sunnah. Pendekatan ini [pada prakteknya tidak dapat berdiri sendiri, namun harus dipadu dengan pendekatan lain, khususnya sosial humaniora dan kealaman.
2. Pendekatan Sejarah. Pada hakikatnya, kehadiran Islam adalah dalam rangka merespon terhadap problematika masyarakat yang berkembang kala itu. Menurut Kuntowijoyo, sejarah adalah rekonstruksi masa lalu.
Metode yang digunakan Rahman dengan melakukan peninjauan kembali terhadap Hadis, yaitu dengan mengembalikan Hadis menjadi sunnah sebagai sumber awalnya serta dengan penafsiran situasional dimungkinkan untuk dapat menghidupkan kembali norma-norma yang dapat diterapkan untuk situasi masa sekarang. Metode yang digunakannya adalah double movement (gerak ganda), sebuah metode dengan meliat pada situasi sekarang, kembali ke masa nabi, dan kembali lagi ke masa kini.
3. Pendekatan Sosiologi dan Antropologi. Fokus pendekatan sosiologi dalam studi Islam adalah memahami Islam sebagai fenomena yang menyejarah dalam sosial dan budaya. Sementara pendekatan antropologinya dilihat dari dinamika perspektif individu-individu di dalam memahami ajaran Islam.
Sebagai fenomena sosial dan budaya, Islam mempunyai keterkaitan erat dengan masyarakatnya di mana ia diturunkan. Maka salah satu Pendekatan Dalam Studi Islam
1. Pendekatan Normatif, adalah sebuah pendekatan yang lebih menekankan aspek normatif dalam ajaran Islam sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an maupun al-Sunnah. Pendekatan ini [pada prakteknya tidak dapat berdiri sendiri, namun harus dipadu dengan pendekatan lain, khususnya sosial humaniora dan kealaman.
2. Pendekatan Sejarah. Pada hakikatnya, kehadiran Islam adalah dalam rangka merespon terhadap problematika masyarakat yang berkembang kala itu. Menurut Kuntowijoyo, sejarah adalah rekonstruksi masa lalu.
Metode yang digunakan Rahman dengan melakukan peninjauan kembali terhadap Hadis, yaitu dengan mengembalikan Hadis menjadi sunnah sebagai sumber awalnya serta dengan penafsiran situasional dimungkinkan untuk dapat menghidupkan kembali norma-norma yang dapat diterapkan untuk situasi masa sekarang. Metode yang digunakannya adalah double movement (gerak ganda), sebuah metode dengan meliat pada situasi sekarang, kembali ke masa nabi, dan kembali lagi ke masa kini.
3. Pendekatan Sosiologi dan Antropologi. Fokus pendekatan sosiologi dalam studi Islam adalah memahami Islam sebagai fenomena yang menyejarah dalam sosial dan budaya. Sementara pendekatan antropologinya dilihat dari dinamika perspektif individu-individu di dalam memahami ajaran Islam.
Sebagai fenomena sosial dan budaya, Islam mempunyai keterkaitan erat dengan masyarakatnya di mana ia diturunkan. Maka salah satu
4. Pendekatan Ilmu-ilmu Kealaman.
Pendekatan pertama, menyatakan bahwa agama dilandaskan pada asumsi-asumsi apriori atau keyakinan, sedangkan sains tidak mau menerima begitu saja segala sesuatu sebagai benar. Pendekatan kedua, berpendapat bahwa banyak ilmuan dan teolog tidak menemukan adanya pertentangan antara agama dan sains. Pendekatan ketiga, tampaknya lebih mencoba menggapai kejelasan suatu tahap guna mengupayakan suatu gambaran yang jelas dan padu perihal pertautan antara sains dan agama. Sedangkan pendekatan keempat, menegaskan bahwa bentuk “konfirmasi” sama artinya atau sejajar dengan “mendukung”, atau juga “memperkuat” satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar